Sebagaimana kasus di Bantul, Slemani KPU juga mengumumkan pemenang dalam pemilihan lokal dan pengawal Wakil Bupati. Tujuh pasangan calon memenangkan mayoritas suara dari empat pasangan yang telah memberikan dukungan bagi Partai Demokrasi Perjuangan, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Purnomo Gerindra, Yuni Satia Sri Rahayu.
Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sleman. Tampilkan semua postingan
Jumat, 28 Mei 2010
Selasa, 25 Mei 2010
Hasil Hitungan Tim SP dan HM, Sri Purnomo Unggul 35 Persen Lebih
Hasil perhitungan suara yang dilakukan oleh tim pemenangan Sri Purnomo (SP) dan Hafidh-Sri Muslimatun (HM), tidak jauh berbeda. Keduanya mencatat, pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia Rahayu mendapatkan suara sebanyak 35 persen lebih dari total suara sah.
Slamet, anggota tim pemenangan SP mengatakan, pihaknya melakukan model penghitungan dengan 2 cara, yakni penghitungan cepat (quick count) dan penghitungan manual. "Untuk model quick count, sudah hampir 90 persen sudah terolah. Sedangkan yang manual, insyaallah sudah selesai dan tingkat akurasinya juga mendekati 90 persen," terangnya saat dihubungi KRjogja.com, Minggu (23/5) malam.
Baik quick count maupun manual, hasil akhirnya menunjukkan, pasangan yang diusung oleh PDIP, PAN dan Partai Gerindra ini berhasil mengungguli seluruh pasangan lainnya. Yakni dengan total suara 37,26 persen untuk hasil quick count dan 35,3 persen untuk hasil manual. "Bagaimanapun, nanti yang akan digunakan ialah hasil penghitungan oleh KPU. Namun, saya kira tidak akan jauh berbeda," tambah Slamet.
Secara lebih rinci, hasil quick count dari tim SP ini nomor dua ditempati oleh Sukamto-Suhardono dengan 22,15 persen, ketiga pasangan Bugiakso-Kabul dengan 21,99 persen, keempat pasangan Hafidh-Muslimatun dengan 11,4 persen, kelima pasangan Zaelani-Dirjaya dengan 3,04 persen, keenam pasangan Mimbar-Wening dengan 2,35 persen dan terakhir pasangan Yulianto-Nuki dengan 1,81 persen.
Sementara hasil manual untuk posisi kedua ialah pasangan Bugi-Kabul dengan 21,2 persen, disusul Sukamto-Suhardono dengan 21,1 persen, Hafidh-Muslimatun dengan 13,6 persen, Zaelani-Dirjaya dengan 3,5 persen, Mimbar-Wening dengan 3,1 persen dan Yulianto-Nuki dengan 2,2 persen.
"Tingkat partisipasi pemilih yang menggunakan hak pilihnya mencapai 64,6 persen atau total suara sah mencapai 483.081 suara. Ini hanya untuk patokan saja, resminya nanti menunggu KPU," pungkas Slamet.
Dihubungi terpisah, Ribut Lupianto dari tim real count HM juga menuturkan hal yang sama. Pihaknya justru melakukan kalkulasi dari 100 persen suara yang sudah masuk ke pihaknya. "Sebenarnya sore tadi sudah bisa kita ketahui hasilnya. Namun karena ada kesalahan tekhnis, maka baru bisa selesai malam ini," ujarnya kepada KRjogja.com
Untuk hasil keseluruhan, nomor pertama ditempati pasangan Sri Purnomo-Yuni dengan 35,14 persen. Disusul Bugi-Kabul dan Sukamto-Suhardono masing-masing dengan 21,13 persen. Keempat pasangan Hafidh-Muslimatun dengan 13,70 persen. Kelima pasangan Zaelani-Dirjaya dengan 3,48 persen. Keenam pasangan Mimbar-Wening dengan 2,94 persen dan terakhir pasangan Yulianto-Nuki dengan 2,18 persen. Sementara total suara dinyatakan sah ialah 480.493 suara.
"Data tersebut kami peroleh dari seluruh TPS yang ada di Sleman, karena kami menerjunkan saksi di tiap-tiap TPS tersebut. Sehingga, nantinya insyaallah tidak akan jauh berbeda dengan hasil dari KPU. Karena ini adalah real count. Mungkin kalau berbeda hanya pada kisaran angka, bukan persennya," jelas Ribut. (Dhi)
Senin, 24 Mei 2010
Pemilukada - Sri Muslimatun Cuma Raih 48 Suara
SLEMAN (KRjogja.com) - Calon Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun yang berpasangan dengan Hafidz Asrom hanya memperoleh 48 suara di kandangnya sendiri, TPS 29 Blunyah Gede Sinduadi Mlati Sleman.
Perolehan suara pasangan nomor urut 6 ini dikalahkan oleh pasangan Bugiakso-Kabul yang mendapat 152 suara yang disusul pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia yang mengantongi 78 suara
"Pasangan Mimbar Wiyono-Cahyo Wening mendapat 8 suara, berikutnya Jaelani-Heru Irianto 2 suara dan pasangan Achamd Yulianto-Nuki Wachinudatun satu suara. Sedangkan 6 surat suara dinyatakan gugur," ungkap Sekretaris KPPS TPS 29 Blunyah Gede, Komarudin saat dihubungi KRjogja.com, minggu (23/5).
Komarudin menjelaskan sesuai DPT di TPS 29 ada 436 pemilih namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 299 orang atau 70 persen akibat rutinitas kerja atau berlibur. Kondisi ini didukung karena sebagian besar warga adalah pendatang dan tidak mengubah KTP-nya. Namun, secara umum pelaksanaan berlangsung lancar dan pemilih sudah bertambah kedewasaan politiknya.
"Masyarakat sudah pandai untuk dapat memilih calon bupati dan pasangannya sesuai keinginan. Mereka tidak terpengaruh dengan faktor kedekatan sehingga bebas menentukan pilihannya kepada calon-calon yang lain tanpa ada paksaan, " tandasnya. (Fir)
Perolehan suara pasangan nomor urut 6 ini dikalahkan oleh pasangan Bugiakso-Kabul yang mendapat 152 suara yang disusul pasangan Sri Purnomo-Yuni Satia yang mengantongi 78 suara
"Pasangan Mimbar Wiyono-Cahyo Wening mendapat 8 suara, berikutnya Jaelani-Heru Irianto 2 suara dan pasangan Achamd Yulianto-Nuki Wachinudatun satu suara. Sedangkan 6 surat suara dinyatakan gugur," ungkap Sekretaris KPPS TPS 29 Blunyah Gede, Komarudin saat dihubungi KRjogja.com, minggu (23/5).
Komarudin menjelaskan sesuai DPT di TPS 29 ada 436 pemilih namun yang menggunakan hak pilihnya hanya 299 orang atau 70 persen akibat rutinitas kerja atau berlibur. Kondisi ini didukung karena sebagian besar warga adalah pendatang dan tidak mengubah KTP-nya. Namun, secara umum pelaksanaan berlangsung lancar dan pemilih sudah bertambah kedewasaan politiknya.
"Masyarakat sudah pandai untuk dapat memilih calon bupati dan pasangannya sesuai keinginan. Mereka tidak terpengaruh dengan faktor kedekatan sehingga bebas menentukan pilihannya kepada calon-calon yang lain tanpa ada paksaan, " tandasnya. (Fir)
Langganan:
Postingan (Atom)


RSS Feed
Twitter
Facebook